AKHLAK KAUM SALAF TERHADAP ANAK-ANAK MEREKA

Dari Amr bin Qais berkata: “Mereka (kaum salaf) membenci memberikan anaknya sesuatu, lalu dia membawanya keluar, sehingga orang miskin melihatnya lalu menangis di tengah keluarganya dan anak yatim melihatnya lalu menangis di tengah keluarganya”. (¹) Mushannaf Ibni Abi Syaibah (no: 35669) (7/239). —_______ (¹). Berkata Al-Ustadz Askari hafizhahullah: “jangan pernah membuat status pamer harta, makanan … Read more

MEMATA-MATAI ADALAH BUAH DARI BERBURUK SANGKA

Berkata Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahulllah: “Ketahuilah, bahwa diantara buah dari berburuk sangka adalah memata-matai (orang lain) karena hati tidak akan pernah puas dengan prasangka, akan tetapi dia akan meminta kepastian sehingga dia akan menyibukkan diri dengan memata-matai, dan itu terlarang karena itu dapat menghantarkan kepada merobek tabir seorang muslim dan kalau sekiranya itu tidak tersingkap … Read more

MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN ULAMA

»| Sebagian saudara-saudara kita jika telah menghapal permasalahan-permasalahan yang empat namun belum merampungkan tiga prinsip agama dia mengira bahwa dia adalah alim di zamannya dan telah berhenti perjalanan menuntut ilmunya dan mulailah memberikan rekomendasi dan kritikan. Tahan dirimu wahai saudaraku, karena makan anggur itu sebutir demi sebutir dan gunung itu asalnya dari kerikil maka belajarlah … Read more

MEMPERBAIKI UCAPAN

Dari Yahya bin Abi Katsir rahimahulllah berkata: “Tidaklah baik ucapan seseorang melainkan engkau akan mengetahuinya dalam amalannya yang lain, dan tidaklah rusaknya ucapan dia melainkan engkau mengetahui itu pada amalan lainnya”. Hilyah Al-Awliya, karya Abu Nu’aim (3/68). Berkata As-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah: »| Karena lisan adalah telegram hati, penerjemahnya, dan mediator antara dirinya dengan anggota … Read more

AKHLAK IMAM BUKHARI RAHIMAHULLAH

Berkata Al-Husain bin Muhammad As-Samarqandi: “Adalah Muhammad bin Ismail menjadi istimewa karena 3 kepribadian bersamaan dengan kepribadian yang terpuji lainnya yang ada pada beliau: Beliau adalah orang yang sedikit bicara, Beliau adalah orang yang tidak berhasrat terhadap apa yang ada pada orang lain, Dan beliau tidak menyibukkan diri dengan urusan-urusan orang lain. Semua kesibukannya tentang … Read more

4 RUKUN AKHLAK MULIA.

Berkata As-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah: “Akhlak tegak di atas empat rukun: 1. Menjaga lisan. 2. Jauh dari perilaku ikut campur urusan orang lain dan urusan yang tidak bermanfaat. 3. Tidak terbawa emosi. 4. Hati yang bersih.” Mukhtasar Min Ahadits Al-Akhlaq (hal. 16-19). —————– : ‏قال الشيخ عبدالرزاق البدر -حفظه الله- الأخلاق تقوم على أربعة أركان: … Read more

2 MODEL CANDAAN

Berkata Abu Hatim rahimahullah ta’ala: “Yang seharusnya bagi orang yang berakal agar menjadikan hati orang-orang condong kepadanya dengan candaan dan meninggalkan bermuka masam. Dan candaan ada dua macam: candaan yang terpuji dan candaan yang tercela. Adapun candaan yang terpuji adalah yang tidak dinodai oleh apa yang dibenci Allah Azza wa Jalla dan bukan perbuatan dosa, … Read more

SIKAP WARA’ ULAMA

Berkata Ghanam bin Hafs bin Ghiyath: “Hafsh bin Ghiyats jatuh sakit selama lima belas hari, lalu beliau menyerahkan kepadaku seratus dirham, dan berkata: Pergilah dengan membawa uang itu kepada petugas, dan katakan padanya: Ini adalah rezeki (upah) selama lima belas hari di mana saya tidak memutuskan di antara kaum muslimin, di mana saya tidak punya … Read more

AKHLAK NABAWI

Berkata Al-Imam Ibnu Batthal rahimahullah: “Sesungguhnya berjumpa dengan orang-orang dengan senyuman, dengan wajah berseri-seri termasuk akhlak kenabian, dan dengan senyuman akan menghilangkan sikap sombong, dan mendatangkan kasih sayang”. Syarah Shahih Al-Bukhari (5/193). ————- :️قال الإمام ابن بطَّال رحمه الله «إِنَّ لِقَاءَ النَّاسِ بِالتَّبَسُّمِ، وَطَلاَقَةِ الوَجْهِ مِنْ أَخْلَاقِ النُّبُوَّةِ، وَهُوَ مُنَافٍ لِلتَّكَبُّرِ، وَجَالِبٌ لِلمَوَدَّةِ». شرح صحيح … Read more

SIKAP TERHADAP PELAKU ADU DOMBA.

Datang seseorang kepada Wahb bin Munabbih dengan mengatakan: “Sesungguhnya aku melewati fulan dan dia sedang mencaci maki engkau!!” Maka beliau pun marah kepada orang tersebut dan berkata: “Apakah syaitan tidak mendapatkan seorang utusan selain dirimu?!” Al-Bidayah wa An-Nihayah (9/305). ————– : جاء رجـل إلى وهـب بـن منبـه فقــال لــه ! ” إني مررت بفـلان وهو … Read more