»| Sebagian saudara-saudara kita jika telah menghapal permasalahan-permasalahan yang empat namun belum merampungkan tiga prinsip agama dia mengira bahwa dia adalah alim di zamannya dan telah berhenti perjalanan menuntut ilmunya dan mulailah memberikan rekomendasi dan kritikan.
Tahan dirimu wahai saudaraku, karena makan anggur itu sebutir demi sebutir dan gunung itu asalnya dari kerikil maka belajarlah adab sebelum ilmu dan diantara bentuk adab ialah menghormati seorang alim dan guru, dan ilmu tidak akan didapatkan kecuali dengan menghormati guru.
Berkata Sufyan At-Tsauri, ‘jika engkau melihat anak muda berbicara di hadapan para guru sekalipun dia telah mencapai puncak keilmuannya maka jangan berharap dari kebaikannya karena dia anak muda yang tidak tahu malu’, lantas bagaimana dengan orang yang berbicara kejelekan tentang ulama?
Menghormati ulama dan memuliakan mereka: di dalam hadits:
(لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ)
([سنن الترمذي برقم (1919)، ومسند أحمد]).
“Bukan termasuk dari golongan kami orang yang tidak bisa mengasihi anak kecil dari kami dan tidak memuliakan orangtua kami, dan tidak mengerti hak alimnya” [Sunan Tirmidzi no. (1919), dan Musnad Ahmad]
Dan berkata Thawus bin Kisan:
“Termasuk Sunnah memuliakan empat kelompok: alim, orang yang telah beruban, penguasa, dan orangtua”. [Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (13/43)]
Dan inilah Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma bersamaan dengan kemuliaannya: menuntun kendaraan Zaid bin Tsabit dan mengatakan, ‘demikianlah yang telah diperintahkan kepada kami untuk kami memperlakukan ulama kami dan orang-orang tua kami’. [Hakim, dan Ibnu Abdil Barr (1/228)].
Dan ketika imam Muslim datang kepada imam Bukhari dan mencium kening diantara dua matanya, beliau mengatakan, ‘biarkan aku mencium kedua kakimu wahai guru para guru, dan tokoh para ahli hadits, dan dokter hadits dalam penyakitnya’. [Disebutkan Ibnu Katsir di dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah (11/340)]
Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan beradab-lah bersama ulama dan jangan kalian berambisi untuk tampil karena itulah yang akan mematahkan punggung, dan ilmu tidaklah dicari untuk ketenaran, namun ia dicari hanyalah agar menjadi jalan menuju surga dan keselamatan bagimu dari api neraka, dan hingga terangkat kebodohan dari dirimu, engkau beribadah kepada Allah di atas ilmu pengetahuan, wawasan, dan engkau jaga syariat, engkau ajarkan orang-orang, dan secara garis besar engkau mengetahui apa yang diinginkan Allah darimu, dan itu dengan jalan mencocoki syariat dan mengikuti Sunnah, dan itu tidak akan terwujud kecuali dengan menuntut ilmu kepada ulama yang mapan dan menundukkan sayap bagi mereka serta mencontoh dengan akhlak mereka, bersemangat menghadiri majelis mereka di rumah-rumah Allah. |«
Ditulis oleh: murid masyaikh Jazan.
————
بعض الإخوة اذا حفظ المسائل الأربع ولم يكمل الأصول الثلاثة ظن انه عالم زمانه وانتهت اليه الرحلة واصبح يعدل ويجرح
رويدك يا أخي فأكل العنب بالحبة والجبال أصلها من حصى فتعلم الأدب قبل العلم ومن الأدب احترام العالم والمعلم ولن تنال العلم إلا بإحترام المعلم
قال سفيان الثوري إذا رأيت الشاب يتكلم عند المشايخ وإن كان قد بلغ من العلم مبلغا فآيس من خيره فإنه قليل الحياء فكيف بمن يتكلم على المشايخ ؟
احترامُ العلماءِ وتقديرُهم: في الحديث: (لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ)([سنن الترمذي برقم (1919)، ومسند أحمد]).
قال طاووس بن كيسان: (مِن السُنَّة أن يوقَّر أربعةٌ: العالمُ، وذو الشيبة، والسلطان، والوالد)([البغويُّ في شرح السُنَّة (13/43).]).
وهذا ابنُ عباسٍ رضي الله عنهما مع جلالته: يأخذُ بركاب زيد بن ثابت ويقول: (هكذا أُمرنا أن نفعل بعلمائِنا وكبرائِنا)([الحاكم، وابن عبد البر (1/228).]).
ولمَّا جاء الإمام مسلمٌ إلى الإمام البخاري وقبَّل بين عينيه وقال: (دعني حتى أُقبِّل رجليك يا أستاذ الأستاذين، وسيِّد المحدّثين، وطبيب الحديث في عِلَلِهِ)([ذكره ابنُ كثير في البداية والنهاية (11/340)]).
فاتقوا الله وتأدبوا مع العلماء ولاتحرصوا على الظهور فإنه قصم للظهور والعلم مايبتغى لشهرة وانما يبتغى لكي يكون طريق للجنة ونجاةً لك من النار وحتى ترفع الجهل عن نفسك وتعبد الله على بصيرة ودراية وتحفظ الشريعة وتعلم الناس وبالجملة تعرف ماذا يريد الله منك وذلك بموافقة الشرع واتباع السنة ولايكون إلا بطلب العلم على العلماء الراسخين وحفض الجناح لهم والتأسي بأخلاقهم والحرص حلقاتهم في بيوت الله . كتبه:تلميذ مشايخ جازان.
https://t.me/joinchat/AAAAAEyUt421VYtMnd1EjQt.me/butiranfaedah/3944
Artikel terkait:#adab_akhlak
Artikel lainnya: t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.