PERSYARATAN MENGAMBIL TEMAN!

Berkata Al-Faqih Ibnu Juzayy (¹) – رَحِمَهُ اللّٰهُ – di dalam kitabnya: “Al-Qawanin Al-Fiqhiyyah” (hal. 460-461):

¬ Adapun teman maka persyaratan ada tujuh:

(1). Pertama: haruslah seorang sunni dalam keyakinannya (akidah).

(2). Kedua: harus bertakwa dalam keagamaannya, karena jika dia seorang ahli bid’ah atau fasik, terkadang membawa temannya kepada madzhab (pendapat) nya, atau manusia mengira hal itu ada padanya, karena sejatinya seseorang bergantung pada agama teman dekatnya.

(3). Ketiga: harus berakal, karena berteman dengan orang dungu adalah petaka.

(4). Keempat: haruslah berakhlak mulia, karena jika dia buruk akhlaknya maka tidak akan aman dari permusuhan dengannya. Dan engkau bisa mengujinya dengan membuatnya marah, jika dia marah maka tinggalkan pertemanan dengannya.

(5). Kelima: haruslah lurus hatinya baik dikala ada maupun dikala tidak ada, bukan pendengki, bukan pula suka hasad (iri), bukan juga suka kepada kejelekan, dan bukan orang yang bermuka dua.

(6). Keenam: haruslah kokoh pendiriannya bukan orang yang mudah bosan, dan bukan pula mutalawwin (bunglon; plin-plan; mudah berubah sikap).

(7). Ketujuh: bisa mewujudkan hak-hakmu sebagaimana dia bisa mewujudkan hak-haknya, maka tidak ada kebaikan pada pertemanan orang yang tidak bisa melihat bagimu dari sebuah hak seperti engkau dapat melihat baginya hak. Selesai ¬

Disarikan oleh: Abdul Qadir Al-Junaed – حَفِظَهُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ -. ¬_______ (¹). Beliau bernama lengkap, Abul Qasim, Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Abdillah bin Yahya bin Abdirrahman bin Yusuf bin Sa’id bin Juzayy Al-Kalbiy, wafat tahun 741 H, lihat biografinya secara lengkap di: https://ferkous.com/home/?q=aalam-222 pent. ———–

شروط الصديق! قال الفقيه ابن جُزي المالكي – رحمه الله – في كتابه “القوانين الفقهية” (ص:٤٦٠-٤٦١): ﻓﺄﻣَّﺎ اﻟﺼﺪﻳﻖ ﻓﺸﺮﻭﻃﻪ ﺳﺒﻌﺔ: (اﻷﻭﻝ) ﺃﻥْ ﻳﻜﻮﻥ ﺳُﻨَّﻴﺎ ﻓﻲ اﻋﺘﻘﺎﺩﻩ. (اﻟﺜﺎﻧﻲ) ﺃﻥْ ﻳﻜﻮﻥ ﺗﻘﻴًّﺎ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻪ، ﻓﺈﻧَّﻪ ﺇﻥْ ﻛﺎﻥ ﺑﺪﻋﻴًﺎ ﺃﻭ ﻓﺎﺳﻘًﺎ ﺭﺑﻤﺎ ﺟﺮَّ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺬﻫﺒﻪ، ﺃﻭ ﻇﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﺈﻥَّ اﻟﻤﺮء ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﺧﻠﻴﻠﻪ. (اﻟﺜﺎﻟﺚ) ﺃﻥْ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﺎﻗﻼً، ﻓﺼﺤﺒﺔ اﻷﺣﻤﻖ ﺑﻼء. (اﻟﺮاﺑﻊ) ﺃﻥْ ﻳﻜﻮﻥ ﺣﺴَﻦ اﻟﺨُﻠﻖ، ﻓﺈﻥْ ﻛﺎﻥ ﺳﻲء اﻟﺨُﻠﻖ ﻟﻢ ﺗُﺆﻣَﻦ ﻋﺪاﻭﺗﻪ. ﻭﺗَﺨﺘﺒﺮﻩ ﺑﺄﻥْ ﺗُﻐﻀﺒﻪ، ﻓﺈﻥْ ﻏﻀﺐ ﻓﺎﺗﺮﻙ ﺻُﺤﺒﺘﻪ. (اﻟﺨﺎﻣﺲ) ﺃﻥْ ﻳﻜﻮﻥ ﺳﻠﻴﻢ اﻟﺼﺪﺭ ﻓﻲ اﻟﺤﻀﻮﺭ ﻭاﻟﻐﻴﺒﺔ، ﻻ ﺣﻘﻮﺩًا، ﻭﻻ ﺣﺴﻮﺩًا، ﻭﻻ ﻣُﺮﻳﺪًا ﻟﻠﺸﺮ، ﻭﻻ ﺫا ﻭﺟﻬﻴﻦ. (اﻟﺴﺎﺩﺱ) ﺃﻥْ ﻳﻜﻮﻥ ﺛﺎﺑﺖ اﻟﻌﻬﺪ ﻏﻴﺮ ﻣَﻠﻮﻝ، ﻭﻻ ﻣُﺘﻠﻮن. (اﻟﺴﺎﺑﻊ) ﺃﻥْ ﻳﻘﻮﻡ ﺑﺤﻘﻮﻗﻚ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﻮﻡ ﺑﺤﻘﻮﻗﻪ، ﻓﻼ ﺧﻴﺮ ﻓﻲ ﺻُﺤﺒﺔ ﻣَﻦ ﻻ ﻳَﺮﻯ ﻟﻚ ﻣِﻦ اﻟﺤﻖ ﻣﺜﻞ اﻟﺬﻱ ﺗَﺮﻯ ﻟﻪ.اهــ

انتقاء: عبد القادر الجنيد.

#adab_akhlak

t.me/butiranfaedah/2144

Catatan

Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.

Leave a Comment