BERGEGAS KELUAR DARI TEMPAT BUANG HAJAT

✍ Berkata As-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin – رَحِمَهُ اللَّـهُ تَعَالَى – :

¬ Dan diharamkan bagi seorang insan apabila dia berada di dalam tempat buang hajat untuk berdiam diri melebihi kadar kebutuhannya, bahkan wajib sejak disaat dia telah selesai (memenuhi hajatnya) untuk (segera) keluar, dan mereka (para ulama) beralasan atas hal itu dengan dua alasan:

Pertama: karena kondisi tersebut termasuk membuka aurat tanpa ada kebutuhan.

Kedua: bahwa tempat buang kotoran dan toilet-toilet adalah tempat tinggalnya syaitan dan roh-roh jahat, maka tidak sepantasnya untuk tinggal di tempat yang jelek ini.

Adapun apa yang dilakukan oleh orang-orang barat dan semisal mereka, mereka membuatnya dalam bentuk kursi-kursi yang mereka duduk padanya dan menggantung kaki-kaki mereka, dengan salahsatu dari mereka mengambil majalah dan koran, menyendiri di tempat ini dengan menjadikannya sebagai tempat membaca majalah-majalah dan koran-koran, maka tidak diragukan lagi bahwa ini menyelisihi akal sehat dan menyalahi syariat. ¬

📕 As-Syarh Al-Mumti’ (1/126).

📝 سارع بالخروج من الخلاء :

  • قال الشيخ ابن عثيمين – رحمه الله تعالى – :

« ويَحرُم على الإنسان وهو في الخلاء أن يلبث فوق مقدار حاجته، بل يجب من حين ما ينتهي أن يخرج، وعَلَّلوا ذلك بعِلَّتين:

الأولى: أن في ذلك كشفًا للعورة بلا حاجة.

الثانية: أن الحُشُوشَ والمراحيض هي مأوى الشياطين والنُّفوس الخبيثة، فلا ينبغي أن يبقى في هذا المكان الخبيث.

وأما ما يفعله الغربيون وأشباههم، يجعلون هذه الكراسي التي يجلسون إليها ويدلُون أرجلهم، ويأخذ الواحد منهم المجلة والصحيفة، ويخلّي هذا المكان محل قراءة هذه المجلات والصحف، فلا شك أن هذا خلاف العقل وخلاف الشرع » .

📚 الشرح الممتع (١/ ١٢٦)

#adab_akhlak

🖥 Artikel lainnya: t.me/butiranfaedah

Catatan

Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.

Leave a Comment