Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
“Jiwa ada 3 macam: yaitu
[1]. Jiwa yang selalu memerintahkan kepada kejelekan yang lebih mendominasinya adalah mengikuti hawa nafsunya dengan mengerjakan dosa-dosa dan kemaksiatan.
[2]. Dan jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri, yaitu jiwa berdosa dan bertobat maka darinya lah kebaikan dan kejelekan akan tetapi apabila melakukan kejelekan maka dia bertobat dan kembali sehingga dia dinamakan dengan yang selalu menyesali dirinya karena jiwa itu mencela pelakunya atas dosa-dosanya dan karena dia juga selalu menyesali yaitu bolak balik diantara kebaikan dan kejelekan.
[3]. Dan jiwa yang tenang, yaitu jiwa yang mencintai kebaikan dan hal-hal yang baik dan dia menginginkannya dan membenci kejelekan dan keburukan dan tidak menyukai itu dan itu telah menjadi sebuah kepribadian baginya, kebiasaan dan kecakapannya.”
Majmu’ Al-Fatawa (9/294).
—————-
: قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تعالى
النُّفُوسُ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ: وَهِيَ ” النَّفْسُ الْأَمَّارَةُ بِالسُّوءِ ” الَّتِي يَغْلِبُ عَلَيْهَا اتِّبَاعُ هَوَاهَا بِفِعْلِ الذُّنُوبِ وَالْمَعَاصِي.
وَ ” النَّفْسُ اللَّوَّامَةُ ” وَهِيَ الَّتِي تُذْنِبُ وَتَتُوبُ فَعَنْهَا خَيْرٌ وَشَرٌّ لَكِنْ إذَا فَعَلَتْ الشَّرَّ تَابَتْ وَأَنَابَتْ فَتُسَمَّى لَوَّامَةً لِأَنَّهَا تَلُومُ صَاحِبَهَا عَلَى الذُّنُوبِ وَلِأَنَّهَا تَتَلَوَّمُ أَيْ تَتَرَدَّدُ بَيْنَ الْخَيْرِ وَالشَّرِّ.
وَ ” النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ” وَهِيَ الَّتِي تُحِبُّ الْخَيْرَ وَالْحَسَنَاتِ وَتُرِيدُهُ وَتُبْغِضُ الشَّرَّ وَالسَّيِّئَاتِ وَتَكْرَهُ ذَلِكَ وَقَدْ صَارَ ذَلِكَ لَهَا خُلُقًا وَعَادَةً وَمَلَكَةً.
مجموع الفتاوى (٢٩٤/٩).
Artikel terkait:#adab_akhlak
Kunjungi kami:t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.