SABAR DALAM MENEGAKKAN HUJJAH

Allah Ta’ala berfirman:

(فَقُولَا لَهُۥ قَوۡلࣰا لَّیِّنࣰا لَّعَلَّهُۥ یَتَذَكَّرُ أَوۡ یَخۡشَىٰ) [سورة طه 44]

“maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.”[Qs. Thaha: 44]

Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim – رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ – :

»| Maka Allah ta’ala memerintahkan untuk kita melembutkan ucapan kepada orang yang paling besar permusuhannya, paling keras kekufurannya dan paling sombong diantara mereka kepada-Nya; agar (nasehat) itu tidak menjadi ucapan yang paling kasar baginya meskipun itu pantas baginya yang itu menjadi celah untuk dia lari (dari nasehat) dan sebab tidak bisa sabar dalam menegakkan hujjah, maka Allah larang keduanya untuk bertindak melampaui batas (¹) agar tidak menyebabkan terjadinya apa yang lebih dibenci oleh Allah ta’ala. |«

—- (¹) yakni melakukan apa yang hukum asalnya adalah dibolehkan; bersikap keras kepada musuh-musuh Allah ta’ala, pent.

i’lamul Muwaqqi’in (3/11). ——–

قال تعالى: {فَقُولا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى} [طه: ٤٤] ، قال الإمام ابن القيم رحمه الله: «فأمر تعالى أن يلينا القول لأعظم أعدائه وأشدهم كفراً وأعتاهم عليه؛ لئلا يكون إغلاظ القول له مع أنه حقيق به ذريعة إلى تنفيره وعدم صبره لقيام الحجة، فنهاهما عن الجائز لئلا يترتب عليه ما هو أكره إليه تعالى»

[إعلام الموقعين (١١/٣)].

#ayat_pilihant.me/butiranfaedah/3195

Artikel lainnya:t.me/butiranfaedah

Catatan

Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.