LARANGAN MEMATA-MATAI DAN MENGOREK INFORMASI TERHADAP UCAPAN ORANG YANG TIDAK SUKA UNTUK DIDENGAR ORANG LAIN (Bagian ke-2)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata: bersabda Rasulullah ﷺ:

« إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا » رواه البخاري (٦٠٦٤), ومسلم (٢٥٦٣).

“Jauhilah berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah mencari-cari isu; janganlah mencari-cari kesalahan; janganlah saling bersaing; janganlah saling mendengki; janganlah saling memarahi; dan janganlah saling membelakangi (memusuhi)! Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” HR. Bukhari (6064), dan Muslim (2563).

Al-Hafizh Ibnu Hajar menukilkan dari Qurthubi sebagai berikut:

Dan berkata Qurthubi: “yang dimaksud dengan prasangka disini adalah tuduhan yang tidak ada sebabnya seperti orang yang menuduh seseorang dengan perbuatan keji tanpa ada sesuatu yang dapat dibuktikan, oleh karenanya disambungkan kepadanya sabda beliau: “jangan kalian mencari-cari isu” yang demikian itu karena orang tersebut memiliki risiko tuduhan dan ingin diselidiki, sehingga dia mencari-cari isu, mencari tahu, dan mendengarkan, maka nabi melarang dari yang demikian, dan hadits ini selaras dengan firman Allah ta’ala:

{ ٱجۡتَنِبُوا۟ كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمࣱۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا یَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ }

[سُورَةُ الحُجُرَاتِ: ١٢]

“Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu menggunjing sebagian yang lain.” [Qs. Al-Hujurat: 12]

Maka konteks ayat tersebut menunjukkan atas perintah untuk menjaga kehormatan seorang muslim dengan puncak penjagaan demi mendahulukan larangan dari menjerumuskan diri ke dalam perkara tersebut dengan prasangka buruk, dan jika orang yang berprasangka tersebut mengatakan bahwa saya mencari tahu untuk memastikan, maka katakan kepadanya: “dan jangan kalian mencari-cari kesalahan orang lain” dan jika dia mengatakan: aku memastikan tanpa mencari-cari tahu, maka jawablah: “dan janganlah ada diantara kamu menggunjing sebagian yang lain”. Selesai.

Fathul Bari (juz. 1 hal. 481).

—————–

عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إِيَّاكُمْ وَالظَّنّ فَإِنَّ الظَّنّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَاد اللَّه إِخْوَانًا ” رَوَاهُ الْبُخَارِيّ (6064) ، وَمُسْلِم (2563) .

:نقل الحافظ ابن حجر عن القرطبي ما نصه

وَقَالَ الْقُرْطُبِيّ : الْمُرَاد بِالظَّنِّ هُنَا التُّهْمَة الَّتِي لَا سَبَب لَهَا كَمَنْ يَتَّهِم رَجُلًا بِالْفَاحِشَةِ مِنْ غَيْر أَنْ يَظْهَر عَلَيْهِ مَا يَقْتَضِيهَا , وَلِذَلِكَ عَطَفَ عَلَيْهِ قَوْله ” وَلَا تَجَسَّسُوا ” وَذَلِكَ أَنَّ الشَّخْص يَقَع لَهُ خَاطِر التُّهْمَة فَيُرِيد أَنْ يَتَحَقَّق فَيَتَجَسَّس وَيَبْحَث وَيَسْتَمِع , فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ , وَهَذَا الْحَدِيث يُوَافِق قَوْله تَعَالَى : ” اِجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنْ الظَّنّ , إِنَّ بَعْض الظَّنّ إِثْم , وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضكُمْ بَعْضًا ” فَدَلَّ سِيَاق الْآيَة عَلَى الْأَمْر بِصَوْنِ عِرْض الْمُسْلِم غَايَة الصِّيَانَة لِتَقَدُّمِ النَّهْي عَنْ الْخَوْض فِيهِ بِالظَّنِّ , فَإِنْ قَالَ الظَّانّ أَبْحَثُ لِأَتَحَقَّق , قِيلَ لَهُ : ” وَلَا تَجَسَّسُوا ” فَإِنْ قَالَ : تَحَقَّقْت مِنْ غَيْر تَجَسُّس ، قِيلَ لَهُ : ” وَلَا يَغْتَبْ بَعْضكُمْ بَعْضًا ” .ا.هـ.

( فتح الباري ج١٠ ص٤٨١)

يتبع إن شاء الله تعالى …

t.me/butiranfaedah/4677

Artikel terkait: #adab_akhlak

Kunjungi kami:t.me/butiranfaedah

Catatan

Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.