Allah ﷻ berfirman:
(وَهُوَ ٱلَّذِی فِی ٱلسَّمَاۤءِ إِلَـٰهࣱ وَفِی ٱلۡأَرۡضِ إِلَـٰهࣱۚ وَهُوَ ٱلۡحَكِیمُ ٱلۡعَلِیمُ) [سورة الزخرف 84]
“Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”[Qs. Az-Zukhruf: 84]
Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir As-Syafi’i – رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ – di dalam tafsir ayat ini:
»| Yaitu bahwa Dia (Allah) yang maha suci adalah yang disembah oleh makhluk yang ada di langit dan yang disembah oleh makhluk yang ada di bumi, yang disembah dan diibadahi di bumi dan langit, mereka menyembah-Nya dan semua dari mereka tunduk kepada-Nya. Dan bukanlah maknanya bahwa Allah ada di bumi dan di langit dan di segala tempat, karena Allah Subhanah berada di atas langit-langit-Nya, ber-istiwa di atas Arsy-Nya, tersendiri dari makhluk-Nya – yang maha mulia dalam ketinggian-Nya -. |«
Tafsir Ibni Katsir (7/223). ———
قال تعالى: { وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَهٌ } [الزخرف : 84] أي أنه سبحانه إله من في السماء وإله من في الأرض، مألوه ومعبود في الأرض والسماء، يعبدونه وكلهم خاضعون له، وليس المعنى أن الله في الأرض والسماء وفي كل مكان، لأن الله سبحانه فوق سمواته، مستوٍ على عرشه، بائن من خلقه -جل في علاه- .
[ تفسير ابن كثير : (223/7) ]
#ayat_pilihant.me/butiranfaedah/3169
Artikel lainnya:t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.