✍ Berkata As-Syaikh Al-‘Allamah Sulaiman Ar-Ruhaili – حَفِظَهُ اللَّهُ وَرَعَاهُ – :
¬ Diantara kasih sayang kaum salaf terhadap hewan ialah bahwa sahabat Umar [bin Al-Khatthab – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -] pernah memukul penunggang unta dan mengatakan:
“Mengapa engkau membawakan beban di atas untamu apa yang dia tidak mampui?”
▪️ Dan dahulu Abu Ad-Dardaa – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – memiliki seekor unta yang diberi nama dengan: dammun, dan beliau apabila mereka meminjamnya darinya maka beliau berpesan:
” Jangan kalian memberinya beban kecuali ini dan ini karena dia tidak akan sanggup lebih dari itu. “
Dan ketika ajal telah tiba maka beliau berkata:
” Wahai dammun, jangan engkau memperkarakan aku besok di hadapan Rabb-ku karena sungguh aku tidak pernah memberimu beban kecuali dengan apa yang engkau mampu. ” [¹]
_
[¹] Ini perlakuan salaf terhadap hewan, bagaimana dengan menuduh para ulama dengan tuduhan-tuduhan dusta, maka akan lebih berat lagi beban yang akan dipikul di hadapan Allah kelak, na’udzubillah. Pent.
💻 Dinukil dari status beliau:
https://twitter.com/solyman24/status/986620151352254464
قال الشيخ العلامة سليمان الرحيلي حفظه الله تعالى :
من رحمة السلف بالحيوان أن عمر ضرب جمّالا وقال لم تحمل على بعيرك ما لا يطيق وكان لأبي الدرداء جمل يقال له ( دمون ) فكان إذا استعاروه منه قال لا تحملوا عليه إلا كذا وكذا فإنه لا يطيق أكثر من ذلك فلما حضرته الوفاة قال يا دمون لا تخاصمني غدا عند ربي فإني لم أكن أحمل عليك إلا ما تطيق.
منقول من تغريدته:
https://twitter.com/solyman24/status/986620151352254464
adab_akhlak
🖥 Artikel lainnya: t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.