Berkata As-Syaikh Ibnu Utsaimin – رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ – :
»| Dan bakhil (pelit): adalah menahan apa yang wajib dan seharusnya dia keluarkan. Sedangkan Syuhh (kikir): adalah tamak terhadap apa yang tidak ada padanya, dan itu lebih jelek dari bakhil; karena syahih itu tamak (rakus) terhadap apa yang ada pada orang lain dan menahan apa yang ada pada dirinya, sedangkan bakhil ialah mencegah apa yang ada padanya dari apa-apa yang telah diwajibkan Allah terhadapnya dari mengeluarkan zakat dan nafkah, dan dari apa-apa yang semestinya dia keluarkan yang akan menjaga kewibawaannya. Dan keduanya – yakni bakhil dan Syuhh – adalah dua akhlak yang tercela, karena Allah – سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ – telah mencela orang-orang yang berbuat bakhil lagi memerintahkan orang-orang untuk berbuat bakhil, dan berfirman:
( وَمَن یُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ)
[سورة التغابن: 16]
“Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”[Qs. At-Taghabun: 16] |«
Syarah Riyadh As-Shalihin (3/410).
———–
*الفرق بين البخيل والشحيح*
*قال ابن عثيمين رحمه الله- :*
ﻭاﻟﺒﺨﻞ: ﻫﻮ ﻣﻨﻊ ﻣﺎ ﻳﺠﺐ ﻭﻣﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺑﺬﻟﻪ.
ﻭاﻟﺸﺢ: ﻫﻮ اﻟﻄﻤﻊ ﻓﻴﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﻋﻨﺪﻩ، ﻭﻫﻮ ﺃﺷﺪ ﻣﻦ اﻟﺒﺨﻞ؛ ﻷﻥ اﻟﺸﺤﻴﺢ ﻳﻄﻤﻊ ﻓﻴﻤﺎ ﻋﻨﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﻭﻱﻣﻨﻊ ﻣﺎ ﻋﻨﺪﻩ، ﻭاﻟﺒﺨﻴﻞ ﻳﻣﻨﻊ ﻣﺎ ﻋﻨﺪﻩ ﻣﻤﺎ ﺃﻭﺟﺐ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺯﻛﺎﺓ ﻭﻧﻔﻘﺎﺕ، ﻭﻣﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺑﺬﻟﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﺗﻘﺘﻀﻴﻪ اﻟﻤﺮﻭءﺓ.
ﻭﻛﻼﻫﻤﺎ – ﺃﻋﻨﻲ اﻟﺒﺨﻞ ﻭاﻟﺸﺢ- ﺧﻠﻘﺎﻥ ﺫﻣﻴﻤﺎﻥ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺫﻡ ﻣﻦ ﻳﺒﺨﻠﻮﻥ ﻭﻳﺄﻣﺮﻭﻥ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺒﺨﻞ، ﻭﻗﺎﻝ (ﻭﻣﻦ ﻳﻮﻕ ﺷﺢ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﺄﻭﻟﺌﻚ ﻫﻢ اﻟﻤﻔﻠﺤﻮﻥ) (اﻟﺘﻐﺎﺑﻦ: 16) .
شرح رياض الصالحين [3/410]
#adab_akhlakt.me/butiranfaedah/3141
Artikel lainnya:t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.