KEUTAMAAN SIKAP TAWADHU

Berkata Ibrahim bin Al-Asy’ats – رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ – :

»| Aku bertanya kepada Al-Fudhail bin Iyadh – رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَىٰ – tentang tawadhu (sikap rendah hati), maka beliau mengatakan:

“Engkau tunduk kepada kebenaran dan mengikuti kebenaran tersebut dari orang yang engkau dengar sekalipun dia adalah orang yang paling bodoh maka wajib atasmu untuk menerima kebenaran tersebut darinya.”

Jami’ Bayan Al-Ilmi wa Fadhlihi (hal. 964).

———

قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْأَشْعَثِ: ” سَأَلْتُ الْفُضَيْلَ بْنَ عِيَاضٍ رَحِمَهُ اللَّهُ عَنِ التَّوَاضُعِ، فَقَالَ: أَنْ تَخْضَعَ لِلْحَقِّ وَتَنْقَادَ لَهُ مِمَّنْ سَمِعْتَهُ وَلَوْ كَانَ أَجْهَلَ النَّاسِ لَزِمَكَ أَنْ تَقْبَلَهُ مِنْهُ”.

جامع بيان العلم وفضله (٩٦٤).

#adab_akhlakt.me/butiranfaedah/3265

Artikel lainnya:t.me/butiranfaedah

Catatan

Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.