Berkata Ghanam bin Hafs bin Ghiyath:
“Hafsh bin Ghiyats jatuh sakit selama lima belas hari, lalu beliau menyerahkan kepadaku seratus dirham, dan berkata: Pergilah dengan membawa uang itu kepada petugas, dan katakan padanya: Ini adalah rezeki (upah) selama lima belas hari di mana saya tidak memutuskan di antara kaum muslimin, di mana saya tidak punya bagian (hak) padanya”.
Tarikh Baghdad (9/68).
[Berkata As-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafizhahullah] :
Semisalnya ialah apa yang telah disebutkan oleh DR. Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turki tentang As-Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah, beliau katakan:
“Saya teringat kepada beliau (As-Syaikh Al-Utsaimin) dua sikap langka di zaman kita sekarang,
✓ Salah satunya: bahwa setelah dikeluarkannya sistem (aturan) universitas, universitas melakukan klasifikasi anggota fakultasnya menurut staf universitas, dan prosedur untuk beberapa gelar mengharuskan pengajuan penelitian dan studi di bidang khusus, dan beliau tidak mempresentasikan penelitian apapun, dan ketika dibuka, beliau membenarkan bahwa ulama tidak boleh mengharapkan pangkat dan kenaikan pangkat, dan bahwa para ulama syariah mereka berbaik sangka untuk mengharapkan pahala dan bekerja demi Allah, dan apa yang datang (dari rezeki) yang mengikuti amalannya tersebut maka tidak mengapa mengambilnya.
✓ Dan kedua: Beliau mengejutkan saya ketika saya menjadi direktur universitas dengan memberikan amplop berisi sejumlah uang.
Jadi saya bertanya kepadanya tentang kisahnya (alasannya), dan beliau menyebutkan bahwa itu merupakan bayaran baginya untuk kuliah yang dia berikan di fakultas Syari’ah dan Ushuluddin (Dasar-dasar Agama) di kota Qassim, semoga Allah merahmatinya, pada saat itu, para pengampu Lembaga Ilmiah Unaizah dikosongkan untuk menyiapkan buku-buku pelajaran untuk lembaga ilmiah tersebut, dan waktu untuk kuliah ini dihentikan dari waktu yang dialokasikan untuk menyusun program akademik bagi lembaga ilmiah, dan dengan demikian saya merasa tidak pantas mendapatkan apa yang diberikan untuk saya. Saya tidak ragu bahwa dua sikap itu jarang terjadi saat ini.”
Sumber artikel:https://www.al-badr.net/detail/sJWIGcZQ36Hj
——————–
أثر وتعليق » ورع أهل العلم
قال غنام بن حفص بن غياث: «مرض حفص بن غياث خمسة عشر يوما، فدفع إلي مائة درهم، فقال: امض بها إِلى العامل، وقل له: هذه رزق خمسة عشر يوما لم أحكم فيها بين المسلمين لا حظ لي فيها» تاريخ بغداد (9/68).
مثله ما ذكره الدكتور عبدالله بن عبدالمحسن التركي عن الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله قال : ” وأذكر لفضيلته موقفين نادرين في عصرنا الحاضر،
أحدهما: أنَّه بعد صدور نظام الجامعة، أجرت الجامعة تصنيفا لأعضاء هيئة التدريس فيها حسب الكادر الجامعي وكانت الإجراءات لبعض الدرجات تتطلب تقديم أبحاث ودراسات في مجال الاختصاص، فلم يتقدم بأي بحث، وحينما فوتح برر ذلك بأن العالم لا ينبغي أن يستشرف للرتب والترقيات، وأن أهل العلم الشرعي يحسن بهم الاحتساب والعمل لوجه الله وما يأتي تبعا لذلك فلا بأس به.
والأمر الثاني: مفاجأته لي وأنا مدير للجامعة بتقديم ظرف بداخله مبلغ من المال، فسألته عن قصته، فذكر أنه صرف له مقابل محاضرات ألقاها في كلية الشريعة وأصول الدين في القصيم وكان رحمه الله وقتها على ملاك معهد عنيزة العلمي مفرغا لإعداد كتب دراسية للمعهد العلمي وأن وقت هذه المحاضرات اقتطعه من الوقت المخصص لتأليف المقررات الدراسية للمعاهد العلمية، وبذلك لا أستحق ما صرف لي. ولا شك أن الموقفين نادرين في هذا الوقت”. الموقع الرسمي:
https://www.al-badr.net/detail/sJWIGcZQ36Hjt.me/butiranfaedah/4029
Artikel terkait:#adab_akhlak
Artikel lainnya:t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.