TANDA BERAKHLAK MULIA

Berkata As-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah:

“Diantara tanda-tanda akhlak mulia bersama sesama ketika seseorang bagus pergaulannya dengan orang yang dia gauli baik teman maupun kerabat, tidak menyulitkan mereka dan tidak menyulitkan dirinya, akan tetapi memasukkan rasa senang ke dalam hati mereka sebatas kemampuan dalam batasan-batasan syariat Allah. Dan ketentuan ini mesti dijalani, karena diantara manusia ada yang merasa tidak senang kecuali dengan bermaksiat kepada Allah – na’udzubillah -, maka ini tidak sepantasnya untuk kita sepakati. Akan tetapi memasukkan kebahagiaan kepada orang yang menggaulimu baik itu keluarga, teman maupun kerabat dalam batasan syariat dari akhlak mulia, oleh karenanya nabi ﷺ bersabda:

“خيركم لأهله ، وأنا خيركم لأهلي”.

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik kalian terhadap keluargaku”.

Dan kebanyakan orang – sangat disayangkan – berakhlak mulia terhadap orang lain akan tetapi dia tidak bisa berakhlak mulia bersama keluarganya. Dan ini kesalahan besar dan terbalik, karena bagaimana dia bisa berakhlak mulia bersama orang-orang jauh namun berakhlak buruk bersama kerabat?! Terkadang dia katakan: karena kerabat aman untuk mereka, maka kita katakan: ini bukan sebab untuk menjadikanmu berakhlak buruk bersama mereka, karena kerabat adalah orang yang lebih berhak untuk diperlakukan baik dalam pertemanan dan pergaulan”.

Kitab Makarim Al-Akhlaq karya Ibnu Utsaimin (hal. 30)

—————

: قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله

من علامات حسن الخلق مع الخلق أن يكون الإنسان حسن المعاشرة مع من يعاشره من أصدقاء وأقارب ، لا يضيق بهم ولا يضيق عليه ، بل يدخل السرور على قلوبهم بقدر ما يمكنه في حدود شريعة الله

وهذا القيد لا بد منه ، لأن من الناس من لا يسر إلا بمعصية الله والعياذ بالله ، فهذا لا ينبغي أن نوافقه عليه. لكن إدخال السرور على من يعاشرك من أهل وأصدقاء وأقارب في حدود الشرع من حسن الخلق ، ولهذا قال النبي عليه الصلاة والسلام: “خيركم لأهله ، وأنا خيركم لأهلي”. وكثير من الناس – مع الأسف الشديد – يحسن الخلق مع الناس ولكنه لا يحسن الخُلُق مع أهله. وهذا خطأ عظيم وقلبٌ للحقائق ، إذ كيف تحسن الخُلق مع الأباعد وتسيء الخلق مع الأقارب؟! قد يقول: لأن الأقارب أمونُ عليهم ، فنقول: هذا ليس بسبب يجعلك تسيء الخلق معهم ، فالأقارب أحق الناس بأن تحسن إليهم في الصحبة والعشرة.”

[ كتاب مكارم الاخلاق لابن عثيمين ( ص30 )]

butiranfaedah.t.me/5620

Artikel terkait:#adab_akhlak

Kunjungi kami:t.me/butiranfaedah

Sholehuddin

Catatan

Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.