Allah ﷻ berfirman:
(خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِن نُّطۡفَةࣲ فَإِذَا هُوَ خَصِیمࣱ مُّبِینࣱ)
[سورة النحل: 4]
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.” [Qs. An-Nahl: 4]
TAFSIRNYA:
»| Allah ta’ala telah menciptakan manusia dari air mani yang hina namun ternyata setelah menjadi kuat dan tertipu (dengan dirinya sendiri), lalu menjadi orang yang sangat membantah dan suka mendebat Tuhannya dalam mengingkari adanya hari kebangkitan, dan lainnya, sebagaimana firman-Nya: (مَن یُحۡیِ ٱلۡعِظَـٰمَ وَهِیَ رَمِیمࣱ) [سورة يس: 78] ‘manusia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”‘ [Qs. Yasin: 78] Dan dia pun melupakan Allah yang telah menciptakannya dari ketidakadaan (sebelumnya). |«
At-Tafsir Al-Muyassar
————–
قال الله ﷻ:
(خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِن نُّطۡفَةࣲ فَإِذَا هُوَ خَصِیمࣱ مُّبِینࣱ) [سورة النحل: 4]
تفسيره: خَلَق الإنسان من ماء مهين فإذا به يَقْوى ويغترُّ، فيصبح شديد الخصومة والجدال لربه في إنكار البعث، وغير ذلك، كقوله: ﴿مَن يُحيِي العِظامَ وَهِيَ رَمِيمٌ﴾، ونسي الله الذي خلقه من العدم.
التفسير الميسر
Artikel terkait:#ayat_pilihan
Artikel lainnya:t.me/butiranfaedah
Catatan
Semoga tulisan ini menjadi sebab bertambahnya ilmu, lurusnya aqidah, dan kuatnya ittiba’ kepada sunnah Nabi ﷺ.